Jumat, 29 Juli 2011

Benarkah Seseorang Bisa Menerawang Masa Depan?

Manusia bisa melihat masa lalu tapi tidak bisa melihat kejadian masa depan. Tapi beberapa orang diketahui bisa melihat masa depan meskipun kadang terlihat atau terdengar aneh. Benarkah seseorang bisa melihat masa depan?


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWwTFZdLvv5FgTPeHTPbC1liOW3n2wFGZGj5MTjgSYf00TAzG5J6Ty-vIE-nQjs7eSK72tZbfi3J6_FMssKnZ8UgKI5raW-bE17yBYcZOhKn05xhv9GDycz7xY9xNPwPyLWzMiGaMT/s400/peramal.jpg

Kondisi seseorang yang bisa melihat peristiwa masa depan atau sesuatu yang belum terjadi disebut dengan 'Extrasensory Perception' atau ESP. Sebagian orang mungkin berpikir hal tersebut berawal dari mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan atau memiliki firasat tertentu.

Seperti dikutip dari Healthland.Time, kondisi ini menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi banyak orang terutama ilmuwan.

Tapi penelitian psikologi dalam skala besar menemukan hasil bahwa orang yang bisa melihat masa depan (extrasensory perception/ESP) adalah nyata.

ESP adalah indra khusus diluar penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa. Tidak seperti indra biasa lainnya, ESP memiliki jangkauan yang hampir tidak terbatas dan terutama dialami oleh pikiran dibanding sensasi tubuh.

Hasil ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Cornell. Studi ini dilakukan lebih dari satu dekade dengan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa. Partisipan diminta untuk menebak gambar di balik tirai yang menyembunyikan suatu foto.

Istilah ESP ini diciptakan pada tahun 1934 oleh profesor JB Rhine dari Duke University, ia merupakan ilmuwan pertama yang melakukan penelitian mengenai paranormal di laboratorium universitas.

Para ahli memiliki teori, mendefinisikan ESP adalah energi yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Biasanya energi ini berbentuk gelombang elektromagnetik seperti cahaya, radio dan energi X-ray.

Seperti dilansir Howstuffworks, kemampuan ESP ini merupakan gabungan dari berbagai kemampuan yang berkenaan dengan indra atau fenomenal lainnya.


ESP sendiri ada beberapa jenis yaitu:


1. Telepati, kemampuan untuk membaca pikiran orang lain.

2. Clairvoyance, kemampuan untuk 'melihat' kejadian atau objek yang terjadi di tempat lain.

3. Precognition, kemampuan untuk melihat masa depan.etrocognition, kemampuan untuk melihat masa lalu yang jauh.

4. Mediumship, kemampuan untuk menyalurkan roh-roh orang yang sudah meninggal.

5. Psikometri, kemampuan untuk membaca informasi tentang seseorang atau suatu tempat dengan menyentuh benda fisik.

Sumber :
detikhealth.com

Kamis, 28 Juli 2011

Gajah Tak Pernah Lupa Kawan Lama

Gajah ternyata memiliki perilaku mirip manusia. Mereka sangat suka berteman dan berkelompok. Bahkan, gajah Asia pintar membuat jejaring pertemanan. Hebatnya, mereka tak pernah melupakan kawan lama.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKcZ-5hMazprb3k41bQC_L3BkjKV3_T0g_5ewLQt7o1Yz6ELcFA43mu1XIJhkOL_FQh9EK6Ii9pe32V7eNbiaB5ioA6w0thkjlOkRV0QG5doZOZNUAmZSsqq-INFUND5feIqsxZoonLuj1/s1600/elephant.jpg

Perilaku unik ini terungkap lewat sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Shermin de Silva dari University of Pennsylvania. "Meski rata-rata suka berteman, ada gajah yang memilih setia dengan beberapa teman saja," kata Silva seperti dikutip dari Daily Mail.

Menurut Silva, gajah bisa menemukan temannya meski terpisah oleh jarak yang jauh. Mereka bisa memanggil temannya atau menemukan kawan lamanya lewat aroma tubuh.

"Karena itu, meski sudah lama tak bertemu, ketika bertemu kawan lama mereka bisa akrab lagi," ujarnya.

http://static.howstuffworks.com/gif/elephant-memory-1.jpg

Silva menjelaskan penelitian yang dia lakukan melibatkan 100 gajah betina Asia. Gajah itu hidup di Taman Nasional Uda Walawe di Sri Lanka.

Silva meneliti perilaku mereka selama 20 bulan. Gajah Asia memiliki tubuh lebih kecil dibandingkan gajah Afrika. Selain tubuh, kuping mereka juga lebih kecil ketimbang gajah Afrika.

http://www.ket.org/trips/zoo/images/elephant.jpg

Penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya yang menyebutkan gajah hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Biasanya gajah-gajah yang berkelompok adalah gajah betina, sedangkan si jantan memilih independen dan tak bergabung dalam kelompok manapun.

Sumber :
tempointeraktif.com

Pelajaran Berharga Dari Seorang Tuna Netra

Ini adalah kisah dua orang pria yang sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita penyakit yang mengharuskannya duduk dekat jendela disamping tempat tidurnya selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya dan untuk menormalkan jantungnya karena denyutnya sangat lemah.


http://cintasiramarama.com/wp-content/uploads/2011/07/Panel-Windows-with-Different-Lengths-Formed-by-the-Wall-Leading-to-the-Scenery-475x341.jpg

Sedangkan pria yang lain harus berbaring. Pria ini sering uring-uringan, bahkan tak jarang membentak anggota keluarga yang menjaga dan perawat yang memeriksanya. Tak jarang pula pria yang satu ini berteriak di malam hari (mungkin karena kesakitan) sehingga mengganggu pasien yang lainnya.

Suatu hari di sore yang cerah, seperti biasa pria yang berada dekat jendela ini duduk sambil melihat keluar jendela.

Sambil tersenyum dan dengan wajah gembira dia menggumam, "Senang sekali ya seandainya aku bisa berjalan-jalan setiap sore di taman itu, tentunya aku tidak ingin kembali di tempat ini lagi." gumamnya sambil tetap terlihat tersenyum.

Melihat hal itu pria satunya yang berada di sebelah tempat tidurnya berkata dengan rasa penasaran, "Apa yang kau lihat di luar sana, kawan?"

"Sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah." jelas pria yang duduk

Setiap sore ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria yang hanya bisa berbaring merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan begitu detil sehingga membuat pria yang berbaring membayangkan semua keindahan pemandangan itu.

Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya pun semakin bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas.

Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, seorang perawat mendapati pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya.

Pria yang kedua merasa begitu kehilangan seorang teman yang mengisi hari-harinya. Begitu penasarannya dengan apa yang diceritakan oleh sang kawan hingga ia meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu.

Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu.

Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah . . . Tembok Kosong!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu.

Dari perawat itulah dia menyadari bahwa rekannya yang sudah meninggal ternyata seorang Tuna Netra yang terserang penyakit parah dan kronis

 
Hikmah :

Kata yang penuh semangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita.

Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, akan selalu lebih baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal.

Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Sumber :
situslakalaka.blogspot.com

Wow, Percobaan-percobaan Menarik Pada Air yang Bisa Dipraktekkan Sendiri

Air memang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan manusia. Sebagian besar permukaan bumi adalah air demikian juga dalam tubuh kita.

Kekuatan air antara lain digunakan untuk membangun pembangkit listrik. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga dapat menjumpai fenomena-fenomena menarik yang berhubungan dengan air ini. Ini adalah beberapa di antaranya dan bisa dicoba.

1. Air Bisa Meledak



Yang satu ini memang sedikit berbahaya karena melibatkan proses "superheating". Proses ini membuat air di atas titik didihnya tanpa secara fisik terlihat mendidih.

Saat air mendidih biasanya akan terlihat keluar gelembung-gelembung dari air yang panas. Hal ini diakibatkan oleh adanya sesuatu atau setitik zat di dalamnya yang kemudian menimbulkan gelembung-gelembung tersebut.

Biasanya itu adalah mineral-mineral yang terdapat pada air dan juga dari permukaan wadahnya yang cacat.


Kalau kita menggunakan air distilasi yang tidak mengandung mineral-mineral, dan jika Anda menyimpannya di wadah yang mulus dan kemudian memasukkannya ke dalam microwave, maka air tersebut akan dapat dipanaskan hingga di atas titik didihnya dan masih dalam keadaan tenang.

Lalu masukkan sebuah benda ke dalamnya dan lihatlah ledakannya, seperti dalam video di Youtube berikut ini:




2. Air Yang Bisa Menyeberang Seperti Jembatan


Ini juga sedikit berbahaya, ingat fim The Abyss? Di film tersebut digambarkan suatu makhluk atau monster yang berwujud air. Nah, dengan dua wadah air yang kita dampingkan plus aliran listrik kita akan mencoba membuat versi kecilnya.


Perhatikan bahwa air akan menyeberang dari air di gelas katoda (+) ke gelas (-). Lihat 2 video berikut ini:




Jembatan air ini bahkan bisa sepanjang 25mm. Sepertinya ada hubungan aliran listrik ini dengan struktur unik dari air.



3. Air dan Wiski Anti-Gravitasi


Trik ini biasanya diberikan di sekolah atau kursus bartender dengan menggunakan wiski. Penuhi gelas dengan wiski dan yang satu lagi dengan air biasa. Letakkan kartu di atas air biasa lalu balikkan dan letakkan di atas gelas wiski.


Tarik sedikit kartunya, dan ajaibnya air dan wiski bukannya bercampur, yang terjadi justru keduanya bertukar tempat!

Memang agak dibutuhkan kesabaran untuk mencobanya karena jika berhasil setidaknya proses ini akan berlangsung selama 10 menit.


Hal ini bisa terjadi karena wiski yang mengandung alkohol 40%, yang kepadatannya (density) lebih rendah dari air biasa.

Saat kartu digeser dan membuat celah kecil, air merembes meski tidak terlihat. Wiski yang lebih ringan dipaksa "ditendang" keluar ke gelas di atasnya.



4. Membuat Salju Instan dari Air yang Mendidih


Kalau yang ini hanya bisa dilakukan di negeri-negeri dengan empat musim. Saat musim dingin (yang sangat-sangat dingin) cobalah mendidihkan air dan siramkan ke udara. Hasilnya terlihat dalam video ini :


Jika temperatur 30 derajat Fahrenheit atau di bawah 0, uap air akan segera membeku secara instan. Itulah mengapa air harus dididihkan karena uap air memiliki rasio surface-to-mass yang jauh lebih besar.


Seluruh partikel-partikel kecil air yang dipanaskan akan dengan sangat cepat dingin ketika bertemu dengan udara yang super-dingin, sehingga akan membentuk kristal-kristal es secara instan. Yang diingat, cuaca di luar harus cukup dingin untuk mencobanya.



5. Es Instan


Trik ini prinsipnya sama tapi tidak harus dalam kondisi luar yang super-dingin. Mungkin Anda pernah memasukkan minuman ke dalam freezer dengan maksud untuk mendinginkannya dengan cepat, tapi Anda lupa hingga kira-kira 3 jam.

Ketika diambil kembali kelihatannya biasa saja, tetapi ketika dibuka tutupnya, gumpalan seperti lumpur salju akan segera terbentuk.


Cara kerjanya sama dengan air dalam proses "super-heating", dimana air didinginkan dan dibuat tetap dalam keadaan cair di atas titik beku normalnya.

Lalu dengan mengetuk atau menggoyangkan wadahnya, air di dalamnya akan membeku dalam hitungan detik. Perhatikan video dari Youtube ini:


Hal ini akan lebih baik lagi dengan menggunakan bir. Masukkan dalam freezer kira-kira 3 jam, lalu ambil dan buka tutupnya.

Saat gelembung-gelembung udara mulai terbentuk, air dalam bir ini akan segera mengkristal. Anda bahkan bisa mematahkan botolnya untuk menikmatinya dalam cara yang lain.

Sumber :
woamu.mangaku.net

Manusia Penghuni Kutub Punya Otak dan Bola Mata Lebih Besar

Penelitian terbaru menunjukkan orang yang hidup di daerah kutub mempunyai bola mata dan otak yang lebih besar.

Peningkatan ukuran otak dan mata ini memungkinkan seseorang melihat lebih baik dari pada mereka yang tinggal di katulistiwa.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0vSQWcBRxpM3yYfE1VoSIXiQObGVtQq1ypYqUmmbyiHWxnfvZnZd8X7_6pVtEutN0SUKXxIwLEo58EtKMlk8L2qEJV-5m5t3wSykPyimf6XJ1CR-OPQsq4qYAI1gGVcKX_oCKEsPSyA/s1600-r/eskimo-family.jpg

"Seseorang yang tinggal di daerah kutub akan memiliki bola mata 20 persen lebih besar dari mereka yang tinggal di equator," kata Kepala Institute of Cognitive & Evolutionary Anthropology Universitas Oxford, Robin Dunbar seperti dilansir laman Discovery News.

"Orang yang tinggal di garis lintang tinggi mempunyai aktivitas visual yang lebih tinggi dari pada yang tinggal di sekitar equator," tambah Dunbar.

"Intinya, mereka memiliki penglihatan lebih baik untuk mengatasi tingkat pencahayaan yang kurang di daerah garis lintang tinggi."

Untuk penelitian ini, Dunbar dan koleganya, Eiluned Pearce meneliti 55 individu dari 12 populasi berbeda.

Penelitian ini difokuskan pada volume dan kapasitas tengkorak. Individu yang diteliti merupakan orang yang hidup pada 200 tahun lalu dan tengkoraknya menjadi koleksi Museum Universitas Oxford.

Penelitian menemukan hubungan yang signifikan antara garis lintang dengan volume otak. Otak terendah dimiliki oleh jenis Micronesia yang banyak tinggal disekitar garis katulistiwa dengan berat otak 40,6 ons.

Sedangkan otak yang lebih besar dimiliki jenis Scandinavia yang banyak tinggal di sekitar kutub dengan berat 50,2 ons.

Tengkorak warga penghuni Kutub Utara tidak dimasukkan, tapi peneliti membuat perkiraan 20 persen lebih besar berdasarkan data yang mereka punya.

Namun, para peneliti dengan cepat mengatakan volume otak ini tidak terkait dengan tingkat kecerdasan.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Eskimo_Family_NGM-v31-p564-2.jpg

"Intinya, yang kami maksudkan orang memiliki otak lebih besar pada orang yang tinggal di garis lintang tinggi, bukan berarti mereka lebih cerdas. Ini hanya berarti mereka memiliki peningkatan volume otak yang digunakan untuk penglihatan dan ini telah meningkatkan ukuran otak secara keseluruhan," kata Pearce.

Bola mata yang lebih besar memungkinkan gambar yang jatuh ke daerah photoreceptor lebih kecil sehingga lebih jelas untuk membedakan.

Jumlah pencahayaan di bumi semakin menurun seiring peningkatan garis lintang. Sehingga, orang-orang yang tinggal di daerah garis lintang tinggi perlu meningkatkan penglihatan.

Sumber :
vivanews.com

10 Kemampuan Super yang Dimiliki Laba-Laba

Laba-laba, di antara hewan predator lainnya adalah spesies yang terbilang sangat sukses dalam kerajaan binatang, hal ini dimungkinkan dengan kekuatan dan keahlian serbaguna yang mereka miliki.

Kkaki mereka dirancang agar dapat melalui medan apapun, taring mereka bak racun korosif, dan mereka bisa mengeluarkan zat perekat yang bahkan 25 kali lebih kuat dari baja.

Mungkin anda akan berfikir bahwa laba-laba tidak membutuhkan hal-hal lain untuk hidup dengan apa yang telah mereka miliki, namun laba-laba memperlihatkan spesialisasi lain yang tidak biasa. Berikut ini 10 daftar kemampuan super dari laba-laba.


10. Mimikri semut



Yang cukup menarik, ada ratusan spesies laba-laba (Kebanyakan adalahdari laba-laba pelompat) yang sangat mirip dengan semut. Ya, itu adalah laba-laba pada gambar di atas.

Beberapa arachnida menggunakan penyamaran ini untuk berburu serangga yang tidak takut semut, atau untuk melindungi diri dari predator pemangsa laba-laba.

Lainnya, tentu saja, mungkin memangsa semut itu sendiri, seperti serigala berbulu domba.



9. Raja Kamuflase


Beberapa spesies bisa membuat jaring yang mirip sutera, dan semua mangsanya bisa disimpan dengan balutan seperti mummy dalam jangka waktu lama.

Wwarna jaring yang mirip warna mereka menciptakan kamuflase lain bagi laba-laba. Hal ini berguna untuk membingungkan predator terbang seperti capung, lalat perampok atau burung kecil yang mungkin mencoba untuk menukik demi memangsa laba-laba lezat dari sarangnya.



8. Kotoran palsu


Celaenia excavata adalah laba-laba yang melaukan penyamaran diri sebagai segumpal kotoran burung, dan ini adalah jelas penyamaran paling meyakinkan.

Tidak hanya tubuh laba-laba berwarna persis seperti kotoran burung (lengkap dengan tempat mirip benih), namun ia juga seperti duduk di atas sebuah "splatter" yang sangat meyakinkan dibuat dari sutranya sendiri.

Itu penyamaran yang sempurna untuk laba-laba, karena itu sangat tidak menggugah selera bagi laba-laba predator lainnya tapi tampak menggoda bagi seekor lalat.



7. Koloni Jaring Super


Kebanyakan laba-laba bersifat agresif soliter, yang mengancam hewan lain bahkan spesies mereka sendiri jika mereka mencoba merebut makanan di daerahnya.

Namun beberapa spesies, sangat sosial dan dapat membangun kekaisaran laba-laba yang luar biasa, sistem jaring kompleks bersama ribuan laba-laba lain.

Salah satu laba-laba tersebut adalah Eduador's Theridion nigroannulatum, laba-laba dalam kelompok besar, menggantung ratusan helai sutra ke tanah.

Dan jika seranggga berukuran besar mampir dan terjebak dalam sarang besar mereka, ratusan bahkan ribuan laba-laba akan bahu membahu membungkusnya dan melumpuhkannya untuk disimpan sebagai cadangan makanan bersama.



6. Laba-Laba Penerbang


Laba-laba yang baru menetas dan berukuran kecil dapat melakukan perjalanan ratusan bahkan ribuan mil dalam istilah yang biasa di sebut 'ballooning'.

Jjaring laba-laba khusus yang disebut "gossamer" dibuat agar bisa dengan mudah terbang oleh angin, berbentuk segitiga piramid, jaring ini bisa berminggu-minggu berada di udara sehingga memungkinkan laba-laba untuk menjelajah pulau-pulau lain yang terpisah lautan atau samudera.



5. Jaring tangan mini


Spesies laba-laba "Ogre Faced" atau "Net casting" adalah laba-laba yang menghasilkan Deinopidae, dengan tergantung terbalik dia membuat jaring kecil diantara dua kaki depannya untuk mereka gunakan menjangkau atau meraup serangga lain yang lewat

Sutra khusus ini bersih dan tidak lengket, tapi begitu mangsanya berusaha kabur, jaring itu langsung menjerat rambut dan sendi serangga seperti velcro, yang memungkinkan laba-laba untuk menjebak serangga yang cukup besar dan kuat dengan hanya sejumlah kecil dari sutra.



4. Jebakan Bunga


Banyak laba-laba yang berada di taman-taman membuat sarang tipis dengan pola yang berbeda, tujuan dari hal ini telah lama jadi perdebatan.

Sekarang kita tahu bahwa hal ini adalah jaring khusus yang reflektif terhadap sinar ultra-violet yang menciptakan pola-pola khusus yang digunakan oleh bunga untuk menarik serangga penyerbuk.



3. Pesona Mematikan


Yang aneh lagi dari laba-laba bola atau mastophorea, yang menggunakan jerat mereka dengan cara yang beda dengan arakhnida lainnya, yaitu mengeluarkan jaring yang digumpalkan mirip bola lalu diulur dengan tali, ditambah umpan (mirip orang mancing).

Setiap laba-laba bola mengeluarkan feromon yang bisa menarik ngengat jantan yang sedang mencari pasangan di musim kawin, sehingga ngengat jantan mendekat dan terjerat dalam umpan tersebut.



2. Laba-Laba Penyelam


Argyroneta aquatica adalah salah satu laba-laba sejati yang dapat ditemukan di dalam air, ia mendapat nama "Laba-laba Penyelam."

Tubuhnya yang berbulu halus adalah sebagai perangkat yang memungkinkan udara terus menempel padanya saat menyelam, sehingga laba-laba ini bisa keluar masuk air

Jaringnya yang tersusun mirip seperti kapal selam buatan manusia, yang menjadi tempat bagi sang betina membesarkan anaknya dan mengkonsumsi mangsanya.



1. Laba-Laba Penembak


Hampir semua laba-laba membuat sutera dari organ yang disebut pemintal di ujung perut, dan harus mampu menyentuh sesuatu untuk membungkusnya dalam anyaman.

Tetapi tidak demikian untuk genus Scytodes, laba-laba tukang meludah, yang memiliki kelenjar sutra tambahan terhubung ke mulut mereka.

Perlahan-lahan merayap mendekati serangga lain yang tidak curiga, lalu meludah menyemprotkan aliran jaring yang dicampur dengan racun.

Sumber :
danish56.blogspot.com

Ditemukan Rangkaian Gunung Berapi di Bawah Antartika

Para ilmuwan dari British Antarctic Survey berhasil memetakan rangkaian gunung berapi di bawah laut beku di dekat Antartika. Beberapa di antaranya masih aktif. Ini merupakan penemuan gunung berapi bawah laut pertama di kawasan tersebut.



Menggunakan kapal yang dilengkapi dengan teknologi pemetaan dasar laut RRS James Clark Ross, para ilmuwan menemukan 12 gunung berapi di daerah tersebut. Tinggi gunung bervariasi dan ada yang mencapai 3.000 meter lebih dari dasar laut.

Dalam ekspedisi ini, mereka juga menemukan kawah berdiameter 5.000 meter. Kawah ini diduga terbentuk akibat letusan gunung berapi. Sebanyak tujuh gunung yang aktif terhampar membentuk rantai mirip gugusan pulau.

http://www.industrialmarinepower.com/img/20110712110842.jpg

Penemuan ini sangat penting untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi ketika gunung berapi di bawah laut meletus atau runtuh. Juga untuk mengetahui seberapa besar potensi terjadinya tsunami yang bisa ditimbulkan.

Selain itu, hal ini menarik untuk melihat ragam serta seberapa banyak kehidupan makhluk laut yang berada di lanskap bawah laut tersebut. Itu terkait dengan air panas yang ditimbulkan oleh aktivitas gunung berapi.

Berbicara pada simposium internasional bertema "Antarctic Earth Sciences" di Edinburgh, Inggris, pada awal bulan ini, Phil Leat dari British Antarctic Survey menuturkan, "Masih banyak rahasia aktivitas gunung berapi di bawah laut yang belum kita pahami."

Menurut Leat, "Teknologi pemetaan bawah laut yang ada saat ini tak hanya menyuguhkan sepotong cerita tentang evolusi bumi, tapi juga memberi petunjuk mengenai seberapa bahaya ancaman yang ditimbulkan terhadap wilayah padat penduduk."

Rangkaian gunung berapi bawah laut ini terbentang di South Sandwich Islands. Letaknya terkucil dan air laut di atasnya sebagian tertutup salju.

http://www.sciencenewsblog.com/pics/12_volcanoes_antarctic_survey.jpg

Terakhir kali terjadi letusan di wilayah ini pada 2008. Leat mengaku tim yang dipimpinnya cukup terkejut oleh penemuan itu.

"Kami tak bermaksud mencari gunung berapi di sana. Kami mendatangi wilayah ini karena ada daerah yang tak dikenal di peta dan kami juga tak tahu ada apa di bawah sana. Kami hanya ingin mengisi kekosongan itu," ucap Leat.

Selama penjelajahan, Leat mengaku banyak hal mengejutkan terjadi. "Sangat menyenangkan melihatnya," ucap Leat. "Ketika kami sedang asyik mengamati gambar sonar dasar laut di layar monitor, tiba-tiba dasar laut seolah menjulang menghampiri kapal."

Lain waktu, dia menuturkan, pada suatu malam mereka bertemu dengan gunung berapi yang sangat besar. Gunung tersebut sangat dekat dan seolah akan menerjang kapal RRS James Clark Ross. "Sangat menakutkan. Kami kira kapal akan membentur puncak gunung tersebut," ujarnya.

Beruntung, kapal tersebut segera memutar haluan. Ketika pada siang hari mereka kembali ke daerah itu, ternyata didapati beberapa puncak gunung memang timbul ke permukaan laut. Tingginya sekitar 50 meter dari permukaan laut.


Meski kebanyakan dari puncak gunung tersebut tak terlihat dari permukaan laut dan harus dibantu dengan perangkat pemetaan tiga dimensi untuk mendeteksinya, para ilmuwan berkeyakinan bahwa yang mereka temukan adalah gunung berapi.

Sumber :
tempointeraktif.com